Ibnu Sina Ilmuwan Muslim Pakar Kedokteran



Kejayaan islam dimulai pada era 780-1258 Masehi. Hal ini ditandai dengan banyaknya ilmuwan muslim memberikan kontribusi di berbagai bidang ilmu pengetahuan. Banyak sekali ilmu pengetahuan modern yang ditemukan oleh tokoh-tokoh islam. Para ilmuwan muslim pada zamannya berhasil menciptakan berbagai macam ilmu pengetahuan yang memiliki pengaruh besar bagi dunia. Banyak sekali penemuan-penemuan ini dijadikan sumber dan kurikulum bagi perkembangan ilmu pengetahuan di seluruh dunia.

 

Aplikasi Zakat

Aplikasi Keuangan Sekolah

 

Pada masa kejayaan Islam, masjid dijadikan tempat-tempat untuk mengkaji berbagai macam ilmu pengetahuan yang sesuai dengan ajaran agama Islam. Maka tidak heran apabila pada masanya berhasil melahirkan ilmuwan muslim yang luar biasa. Salah satu ilmuwan muslim yang luar biasa adalah Ibnu Sina Ibnu Sina merupakan pelopor kedokteran eksperimental. Ibnu Sina mempunyai karya yang paling berpengaruh, yaitu The Canon of Medicine dan ensiklopedia filosofis Kitab al-Shifa (Kitab Penyembuhan). Dua karya Ibnu Sina menjadi warisan dunia kedokteran yang telah diakui dunia Barat. Dari kedua kitab yang dibuat tersebut, kitab yang paling berpengaruh yaitu Al Qanun fi Tibb dan Kitab al Shifa.

Ibnu Sina merupakan salah satu ilmuwan Muslim terkenal di dunia. Dia adalah seorang ilmuwan dengan pemikiran cerdas yang mendasari ilmu kedokteran modern. Sampai saat ini Ibnu Sina disebut sebagai “Bapak Kedokteran Modern”. Ibnu Sina disebukan sebagai “Ilmuwan Islam yang Paling Terkenal sekaligus merupakan Salah Satu ilmuwan Yang Paling Terkenal di Semua Wilayah Tempat, dan Waktu”. Ia lahir pada masa keemasan peradaban Islam, sehingga disebut sebagai tokoh Islam dunia. Nama lengkap Ibnu Sina adalah Abū ‘Alī al-Husain bin ‘Abdullāh bin Snā. Ibnu Sina lahir tahun 980 M pada daerah Afsyahnah dekat Bukhara, yang sekarang berganti menjadi Uzbekistan (kemudian Persia). Ibnu akrab dengan sebuah diskusi ilmiah, terutama diskusi ilmiah yang disampaikan oleh ayahnya. Orang tuanya adalah pejabat tinggi di pemerintahan Dinasti Saman.

Sejarah singkat Ibnu Sina adalah ketika berusia 10 tahun ia banyak mempelajari ilmu agama Islam dan berhasil menghafal Al-Qur’an. Ibnu Sina merupakan murid dari Abu Abdellah Natili, disaat mempelajari ilmu logika sampai mempelajari kitab Isagoge dan juga Prophyry, Euclid dan Al-Magest Ptolemy. Setelah itu ia juga mempelajari agama dan Metafisika Plato dan Aristoteles. Ketika ia berusia 22 tahun, ayah Ibnu Sina meninggal. Pemerintah Samanid sedang menuju keruntuhan. Masalah yang terjadi di pemerintahan akhirnya memaksanya untuk meninggalkan Bukhara. Pertama dia pindah ke Gurganj, dia tinggal selama 10 tahun di Gurganj. Ibnu Sina berpindah dari Gurganj ke je Nasa, lalu pindah ke Bawad, lalu pindah lagi menuju tempat lainnya hanya untuk mempelahjari suatu ilmu untuk diamalkan. Dalam sejarah mengenai pemikiran filosofis pada abad pertengahan, sosok Ibnu Sina mendapat penghormatan yang cukup tinggi hingga sampai pada zaman modern.

 

Aplikasi Zakat

Aplikasi Keuangan Sekolah

 

Ibnu Sina juga seorang penulis yang produktif, dimana kebanyakan karyanya berhubungan dengan filsafat dan dunia kedokteran. Ibnu Sina merupakan seorang filsafat besar Islam yang berhasil membuat suatu sistem filsafat yang sangat lengkap sekaligus terperinci, sistem yang telah mendominasi tradisi filsafat Islam selama beberapa abad terakhir. Karya Ibnu Sina yang terkenal yaitu The Canon of Medicine, The Book of Healing, digunakan untuk referensi bidang kesehatan.

Ibnu Sina mampu membuat sebuah rangkaian pemikiran filsafat Islam yang terkoordinasi secara baik. Ia berhasil menemukan titik temu bagi persoalan-persoalan filosofis yang belum terjawab oleh para filosof sebelumnya. Pemikiran Ibnu Sina tidak hanya menyebar dan mempengaruhi dunia Islam, tetapi juga ke negara-negara Barat. Ibnu Sina, adalah ilmuwan Muslim dimasa dinasti Samanid, yang sangat berbedikasi terhadap dunia kedokteran dan juga kesehatan. Salah satu karyanya yang fenomenal dalam bidang kedokteran Islam adalah kitab al-Qanun fi at-Thibbi (Pengobatan Kanon). Buku-buku yang mengkaji prinsip-prinsip umum kedokteran, pengobatan, dan jenis penyakit, telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin sejak abad ke-12.

 

Aplikasi Zakat

Aplikasi Keuangan Sekolah

 

Kemudian datang terjemahan berikutnya dalam bahasa Jerman, Prancis, Inggris. Kitab al-Qanun fi at-Thibbi masih tetap dijadikan rujuan ilmu kedokteran. Karya-karya yang berkaitan dengan ilmu kedokteran, seperti al-Adwiyah al-Qolbiyah, al-Urjuzah fii at-Tibbi, dan ash-Syifa (Kitab Penyembuhan). Dengan karya-karya besarnya, tidak heran jika Ibnu Sina disebut-sebut sebagai bapak kedokteran Islam. Ibnu Sina juga menguasai berbagai hal diantaranya logika, fisika, musik, sastra, psikologi, politik dan filsafat. Sejumlah karya sastranya berupa puisi dan puisi; puisi al-Qasidah al-Muzdawiyyah, puisi al-Qasidah al-‘Ainiyyah, puisi Hayy ibn Yaqzhan, Risalah ath-Thair, Risalah fi Sirr al-Qadar, Risalah fi al-‘Isyq, dan Tahshil as-Sa’ ada Bahkan dalam dunia filsafat, Ibnu Sina mendapat gelar ash-Syekh ar-Rais (Guru Para Raja).

Related Posts

Home
WA Admin
Paket